Tutorial APTonCD

on Sabtu, 17 November 2012

Karena banyak sohib-sohib yang sering menanyakan hal seperti ini “Gimana cara agar bisa berbagi paket ke orang lain dari paket yang sudah terinstall di kompi ane?“.
supaya kagak capek nulis ulang tutorialnya di forum2 mending tak dokumentasi di blog ini.Beberapa solusinya adalah menyalin folder yang perisi paket2 yang sudah diunduh yaitu di /var/cache/apt/arhieves/
atau dengan menggunakan aplikasi aptoncd . dan yang perlu diperhatikan adalah ente jangan menghapus paket-paket yang sudah diunduh dengan menggunakan perintah ini
sudo apt-get clean
karena akan menghapus semua .deb di /var/cache/apt/arhieves/ , Diasumsikan kompi A adalah yang akan membuat file image (iso) 
repository dan Kompi B adalah kompi yang akan dipasang paket-paket dari  kompi A
berikut tutorialnya
Kompi A
1. Download aplikasi aptoncd
sudo apt-get install aptoncd
2. Sekarang tinggal buka aplikasi aptoncd (system > administration > aptoncd)
3. Klik tombol “Create” untuk membuat iso cd repository, maka aptoncd akan memeriksa paket-paket yang ada di /var/cache/apt/arhieves/ . dan jika ada paket-paket .deb yang ingin ditambahkan bisa dengan klik tombol “Add“. Jika ente rasa sudah semua paket siap dijadikan iso cd repository klik tombol “Burn“.

4. Jika total dari paket-paket yang tersedia lebih dari 700 mb(ukuran cd) ane saranin dengan memilih DVD. Klik tombol “Apply” untuk membuat cd image (iso).
5. Jika proses pembuat cd image sudah selesai maka file .iso ada di home folder (/home/(namauser)) dan akan ada notifikasi untuk membakar (burn) kedalam cd/dvd , klik “No” karena tidak perlu pake cd/dvd blank untuk hal ini :D

6. karena ente cukup menyalin file image disk tersebut
ke Flash Disk atau HD external. sebagai perantara untuk ke kompi
lainnya.
Kompi B.
1. salin image disk ke salah satu folder di kompie B , semisal di /home/(namauser)/aptoncd.iso
2. Buka terminal (Application > accecories > terminal)
3. Backup sources.list dan sources.list.d
sudo mv /etc/apt/sources.list /etc/apt/sources.list.bak
sudo mv /etc/apt/sources.list.d/ /etc/apt/sources.list.d.bak/
4. Buat moint point dan mount cd image
sudo mkdir /media/kacangitem
sudo mount -o loop aptoncd.iso /media/kacangitem/
5. Buat sources.list untuk repository local dari mount point yang sudah dibuat
sudo gedit /etc/apt/sources.list
isikan dengan
deb file:///media/kacangitem / save dan close gedit
6. Update daftar respository
sudo apt-get update
7. sekarang kompi B bisa memasang aplikasi-aplikasi dari
sudah dipasang di kompi A, atau agar bisa melihat daftar aplikasi yang
ada pada repository local tersebut bisa dengan membuat synaptic
sudo synaptic
kemudian di pojok kiri bawa pilih berdasarkan “Section
8. Pilih “Local“.
Mengembalikan Konfigurasi repository
1. buka terminal, kemudian ketik perintah-perintah berikut.
sudo rm -f /etc/apt/sources.list
sudo mv /etc/apt/sources.list.bak /etc/apt/sources.list
sudo mv /etc/apt/sources.list.d.bak/ /etc/apt/sources.list.d/
2. update daftar repository
sudo apt-get update
Sumber: http://ozeopenall.blogspot.com/2010/09/tutorial-aptoncd.html

Komodo Edit 7 Released:Install in Ubuntu 12.04 (Precise Pangolin)

on Jumat, 09 November 2012

Version 7.0 of Komodo IDE and Komodo Edit are now available for download. This brief tutorial is going to show you how to install Komodo Edit in Ubuntu 12.04 (Precise Pangolin).
Few months back, I showed you how to install version 6.0 in Ubuntu and also told you that it is comparable to Notepad++ found in Windows systems. This version fixes many bugs and has also been updated to support PHP 5.4, Python 3.3, Perl and Ruby. For a more detailed release note, click here.
If you love Notepad++ in Windows, then you’re going to love this. Komodo Edit is free and can be installed in Ubuntu easily.
Without wasting anymore of your time, lets’ get going.

Objectives:
  • Install Komodo Edit 7.0 in Ubuntu 12.04 (Precise Pangolin)
  • Enjoy!

To get started, press Ctrl – Alt – T on your keyboard to open the terminal. When it opens, run the commands below to download Komodo Edit.
wget http://downloads.activestate.com/Komodo/releases/7.1.0/Komodo-Edit-7.1.0-10496-linux-x86.tar.gz

komodo_precise

Next, run the commands below to extract the downloaded archive.
tar xzvf Komodo-Edit-7.1.0-10496-linux-x86.tar.gz

komodo_precise_1

After extracting the file, change into the directory.
cd Komodo-Edit-7.1.0-10496-linux-x86/

Then, run the commands below to begin the installation.
sudo ./install.sh

komodo_precise_2

When prompted for the installation directory, specify the location as shown below.
/opt/Komodo-Edit-7/

Finally, run the commands below to set execution path Komodo Edit 7 environment.
export PATH="/opt/Komodo-Edit-7/bin:$PATH"

komodo_precise_3

Go to Dash and search for Komodo, then select and launch it.

komodo_precise_4


sumber http://www.liberiangeek.net/2012/07/komodo-edit-7-releasedinstall-in-ubuntu-12-04-precise-pangolin/

[Ubuntu] Membuat Sendiri Repository Lokal (Repository Offline) dengan dpkg-scanpackages (dpkg-dev)

Praktek membuat repository offline Ubuntu, berbekal file-file .deb yang kita download kemarin, plus sebuah paket bernama dpkg-dev...
Setelah mempraktekkan bagaimana cara mengumpulkan dan mendownload paket-paket .deb secara manual, tentunya teman-teman sekarang sudah mempunyai banyak koleksi file-file .deb. Nah, sekarang saatnya mengubah kumpulan file-file .deb tersebut menjadi sebuah repository offline pribadi.

Manfaatnya apa? Tentu saja banyak, dengan repo offline ini, kita tidak perlu harus terhubung dengan internet untuk install program, dan yang lebih keren, repo ini bisa didistribusikan ke komputer lain, sehingga komputer lain yang sama sekali tidak mempunyai koneksi internet juga bisa menikmati koleksi-koleksi program kita.
Baik, langsung saja kita praktekkan:
Yang dibutuhkan untuk membuat repo offline:
  1. Kita akan menggunakan tool dpkg-scanpackages dari paket dpkg-dev, kita harus install dulu dpkg-dev
    $ sudo apt-get install dpkg-dev, selanjutnya..
  2. Kumpulkan semua file .deb kita ke dalam sebuah folder. Tidak perlu membuat sub-folder di dalamnya, langsung masukkan semua ke satu folder tersebut.
  3. Nama folder tidak boleh mengandung spasi, beri saja nama yang simpel, misalnya repo atau repo-ubuntu atau repo.ubuntu
  4. Taruh folder berisi file-file .deb tersebut di lokasi yang mudah diakses, misalnya di desktop atau di direktori home kalian.Sebagai contoh, saya mempunyai kurang lebih 80an file .deb, yang saya masukkan ke folder bernama repo-ubuntu di direktori home saya, jadi lokasinya di /home/goji/repo-ubuntu. Teman-teman bisa ikuti nama folder saya ini.
Setelah semua yang dibutuhkan ada, sekarang kita sudah siap membuat repo offline. Bagaimana mekanismenya? Triknya adalah, kita akan membuat file Packages.gz di dalam folder repo-ubuntu tersebut. File Packages.gz ini akan berisi indeks atau daftar file-file .deb yang ada di folder tersebut, tentunya indeks tersebut dibuatkan oleh dpkg-scanpackages.
Proses pembuatan:
  1. Buka terminal (yap, biasakan diri dengan terminal, karena terminal bisa membuat hal-hal keren, seperti ini..)
  2. Masuk ke direktori di mana folder repo tersebut berada. Karena saya meletakkan folder repo-ubuntu ini di direktori home, maka saya harus masuk ke /home/goji.
  3. Kalau teman-teman meletakkan di tempat lain, tinggal sesuaikan, misalnya di /media/data/repo-ubuntu, maka masuk saja ke /media/data, tidak usah masuk ke direktori repo-ubuntu.
  4. Sekarang kita buat file indeksnya (Packages.gz) dengan command berikut:
    $ sudo dpkg-scanpackages repo-ubuntu/ /dev/null | gzip -9c > repo-ubuntu/Packages.gz
    (jangan sampai salah command-nya ya, sengaja saya beri warne berbeda, biar mudah --maaf kalau justru malah merepotkan :D--)
  5. Tunggu hingga proses selesai, bila muncul warning seperti ini:

    dpkg-scanpackages: warning: Package adobe-flashplugin (filename repo.ubuntu//adobe-flashplugin_10.2.159.1-0maverick1_i386.deb) is repeat but newer version;
    dpkg-scanpackages: warning: used that one and ignored data from repo.ubuntu//adobe-flashplugin_10.2.153.1-0maverick1_i386.deb! jangan khawatir, warning ini muncul karena ada paket dengan nama yang sama (dobel) tapi beda versi, dpkg-scanpackages akan secara memproses paket dengan versi yang lebih baru.
  6. Pastikan di bagian terakhir muncul tulisan seperti berikut:
    dpkg-scanpackages: info: Wrote 84 entries to output Packages file.


Beginilah tampilan prosesnya, jangan khawatir kalau ada warning..
Nah, berarti file indeks kita (Packages.gz) sudah jadi dan di dalamnya berisi info mengenai 84 buah paket file. Coba lihat di folder repo-ubuntu, akan ada file Packages.gz kan..

file Packages.gz ini berisi index/daftar semua paket-paket yang ada...
Hal-hal yang harus diperhatikan:
  1. Setelah repo jadi, jangan ubah nama foldernya, biarkan nama repo-ubuntu tetap seperti itu, karena nama folder juga ditulis di informasi yang ada di Packages.gz. Kalau ingin mengganti nama folder, teman-teman harus mengubahnya terlebih dahulu kemudian melakukan proses scanpackages lagi. Sebelum melakukan scanpackages, hapus dulu file Packages.gz yang lama.
  2. Bila ingin menambahkan file-file .deb baru ke repo ini, setelah memasukkan file tersebut ke folder, teman-teman harus melakukan scanpackages lagi. Dan sebelum menimpa dengan scanpackages, hapus dulu file Packages.gz yang lama.

Sampai di sini kita sudah selesai membuat repo offline, repo ini sudah bisa dipakai. Cara memakainya akan saya posting di artikel selanjutnya. InsyaAllah..
Semoga bermanfaat :)


~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
sudo dpkg-scanpackages archives/ /dev/null | gzip -9> archives/Packages.gz

Biar gak lupa aja... (Seting TV tuner PCI di Ubuntu)

Sumber : http://joherujo.blogspot.com/2009/09/setup-tv-tuner-di-ubuntu.html

"Watching TV broadcasting on multimedia computer has been a realized since the computer with graphical interface has coming. Many vendor create their tv tuner card. But how about watching TV from linux computer system? Ok.. I have a tv tuner card Pixelview Play TV Pro but can't play on windows system. Why? I have no the driver and aplication for this card ;) and I'm linux user. Then, I try to setup this card for my ubuntu."

Akhirnya setelah lama nganggur dan malah hampir ga inget kalau ada TV Tuner nancep di slot pci CPU yang tiap hari saya pakai, hari ini berhasil saya fungsikan. Sebenarnya alasan utamanya karena saya pengin bisa nonton siaran bola lagi d TV.

TV Tuner yang ada adalah Pixelview Play TV Pro, dan karena mendapatkannya dari Om Rayga dalam keadaan card doang ( tanpa driver, dia jua ga bisa setup di windows ;) ) maka saya tidak mengalami kesulitan dengannya waktu setup di Ubuntu 9.04 JJ, setelah hunting dulu tentang info card dan tunernya.

Langkah untuk melakukan setup TV Tuner :


Pertama yang harus dilakukan adalah mengetahui jenis chipset kartu TV yang kita gunakan. Kita tahu ada bermacam-macam jenis chipsetnya. Saya menggunakan PIXELVIEW PlayTV Pro dengan Chipset BT878 (Anda dapat menemukan informasi ini dalam kartu TV Anda, ya di sana!:)) Jadi saya akan fokus dokumentasi ini untuk kartu jenis ini. Kalau beda, yang harus dilakukan adalah mencari dokumentasi no chipset card dan tuner nya.

Note :

Jika kartu Anda seperti saya, semoga anda beruntungdengan tulisan ini, tetapi jika tidak, sepertinya anda harus sedikit lama dalam proyek instalasi tv tuner anda hehehe, just kidding.


Oke, mari kita mulai dengan memeriksa apakah kartu yang telah diakui oleh sistem, ketikkan perintah berikut dalam terminal anda, anda bisa melakukan "su" atau "sudo-s" untuk mengalihkan account Anda untuk menjadi root terlebih dahulu.

Kita bisa melihat tvtuner kita dengan perintah

#lsmod | grep bttv

Masukkan tvtuner kita ke sistem dengan

#modprobe bttv

kemudian cek dengan

# Ketik dmesg | grep bttv , hasilnya mungkin seperti :
heru@AthlonX:~$ dmesg | grep bttv
[ 10.534374] bttv: driver version 0.9.17 loaded
[ 10.534377] bttv: using 8 buffers with 2080k (520 pages) each for capture
[ 10.534442] bttv: Bt8xx card found (0).
[ 10.534841] bttv 0000:01:06.0: PCI INT A -> Link[LNKA] -> GSI 19 (level, low) -> IRQ 19
[ 10.534850] bttv0: Bt878 (rev 17) at 0000:01:06.0, irq: 19, latency: 64, mmio: 0xdcfff000
[ 10.534895] bttv0: using: Prolink PixelView PlayTV pro [card=37,insmod option]
[ 10.534936] bttv0: gpio: en=00000000, out=00000000 in=003fffff [init]
[ 10.535027] bttv0: tuner type=30
[ 10.535030] bttv0: i2c: checking for TDA9875 @ 0xb0... not found
[ 10.535535] bttv0: i2c: checking for TDA7432 @ 0x8a... not found
[ 10.640907] bttv0: registered device video0
[ 10.640953] bttv0: registered device vbi0
[ 10.640990] bttv0: registered device radio0
[ 10.641011] bttv0: PLL: 28636363 => 35468950 .. ok
[ 1252.132053] bttv0: timeout: drop=200 irq=4331/4331, risc=1916c03c, bits: HSYNC OFLOW
[ 2159.148023] bttv0: timeout: drop=1016 irq=69567/69567, risc=1916c03c, bits: HSYNC OFLOW

Kalau hasilnya seperti diatas, artinya tv tuner udah diakui oleh sistem.
 #echo "bttv" >> /etc/modules

Kemudian dengan hak akses root, buatlah file bttv di /etc/modprobe.d/

Lalu dengan menggunakan teks editor, masukkan kode ini



 # ================================ #

# i2c

alias char-major-89 i2c-devb
options i2c-algo-bit bit_test=1
# bttv
alias char-major-81 videodev
alias char-major-81-0 bttv
# My TV Card
options bttv card=37 tuner=30 radio=1 pll=1 adc_crush=0   # ================================ #

Note :
opsi bttv card=37 tuner=30 radio=1 pll=1 adc_crush=0 adalah nilai-nilai yang kita ambil dari list card dan tuner diatas.

Setelah kita selesai dengan setup di atas, maka waktunya untuk melakukan instalasi player untuk memainkan tv di sis ubtuntu kita. Kita bisa menggunakan xawtv maupun tvtime. Saya sendiri lebih suka menggunakan tvtime karena saya anggap lebih simpel. Cara install tvtime kita adalah sebagai berikut dari terminal, ketikkan :

#sudo apt-get install tvtime dan ikuti prosesnya sampai selesai, maka kita akan bisa menikmati siaran tv di layar monitor kia. ;)

Ini adalah sampel screenshot yang saya ambil denganmenggunakan antena indoor..


~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~bttv punyaku
# ================================ #
# i2c
alias char-major-89 i2c-devb
options i2c-algo-bit bit_test=1
# bttv
alias char-major-81 videodev
alias char-major-81-0 bttv
# My TV Card
options bttv card=78 tuner=5 radio=1 pll=1 adc_crush=0
# ================================ #

 Scannya
tvtimer-scanner

catatan fedora family
/etc/modprobe.d/bttv.conf

nb: waktu install tvtime pilih PAL trus >> Custom ye :D

Is LightRead the Best RSS App for Ubuntu? We Go Hands On…

Install LightRead in Ubuntu 12.04
Want to try it right now? You can – just add ppa:cooperjona/lightread to your Software Sources, update, then install the ‘lightread’ package.
If you’re willing to be patient, LightRead will be available to install through the Ubuntu Software Center later this week.

To install XAMPP 1.8.0 in Ubuntu 12.04/11.10 or Linux Mint 13 (Maya)

  Ini untuk catatan pribadi saya, jadi maaf kalau membuat anda bingung :)

sudo add-apt-repository ppa:upubuntu-com/xampp
sudo apt-get update
sudo apt-get install xampp

 start XAMPP with this command:

sudo /opt/lampp/lampp start

test di browser

http://localhost


TAMBAHIN gak bisa buka phpmyadmin



gedit /opt/lampp/etc/extra/httpd-xampp.conf
Cari
# since XAMPP 1.4.3
    AllowOverride AuthConfig Limit
    Allow from all

Rubah Menjadi


# since XAMPP 1.4.3
    AllowOverride AuthConfig Limit
    Require all granted
    Order allow,deny
    Allow from all


Install WP pakek XAMPP di Mint 13

Ini untuk catatan pribadi saya, jadi maaf kalau membuat anda bingung :)

wget http://wordpress.org/latest.tar.gz tar xfvz wordpress*.tar.gz

cp -R wordpress /opt/lampp/htdocs

Buat database di phpmydmin dengan utf8 general
Isi WP Config

define('DB_NAME', 'new');

/** MySQL database username */
define('DB_USER', 'root');

/** MySQL database password */
define('DB_PASSWORD', '');

/** MySQL hostname */
define('DB_HOST', 'localhost');

chown -R www-data /opt/lampp/htdocs/wordpress
sudo chmod -R 777 /opt/lampp/htdocs/wordpress
 
© Geazzy Corner All Rights Reserved