Open Source Perlu Dibiasakan Sejak SD

on Selasa, 03 Agustus 2010

Yogyakarta - Enam Sekolah Dasar di DI Yogyakarta mendapat bantuan komputer dari Asosiasi Pengusaha Komputer Indonesia (Apkomindo). Tak hanya perangkat keras, bantuan sudah termasuk software open source IGOS Nusantara beserta pelatihannya.

Sebanyak 30 unit komputer diberikan pada SDN Sukosari Ngaglik Sleman, SDN Susukan Sayegan Sleman, SDN Menthel I Tanjungsari GK, SDN Karangrejek II GK, SDN Panjatan KP, dan SDN Karanggondang Sewon Bantul.

Sistem operasi yang digunakan sengaja berupa Open Source untuk mengurangi ketergantungan pada software berbayar. Bantuan sengaja ditujukan pada sekolah dasar untuk membiasakan pelajar menggunakan open source sejak dini.

"Sebenarnya mengapa orang memilih software tertentu itu karena masalah kebiasaan. Karena itu agar terbiasa dengan open source, kita sengaja memilih memberi bantuan pada siswa SD," tukas Hadi Santono, Ketua Apkomindo DIY di Jogja Expo Center, Sabtu (6/3/2010).

Senada dengan Santono, Ir. Kemal Prihatman, M.Eng selaku Asisten Deputi Urusan Pengembangan dan Pemanfaatan Teknologi Informasi Kemristek menekankan penggunaan software legal harus terus digalakkan. Open Source pun jadi pilihan.

"Jangan sampai negara kita dikenal sebagai negara pembajak. Apalagi software open source pun mempunyai kemampuan yang tidak kalah dengan sistem operasi yang biasa kita gunakan," ucap Kemal.

Kemal pun menyambut baik inisiatif Apkomindo DIY yang sudah 3 kali ini memberi bantuan komputer pada institusi pendidikan. Harapannya memang ada sinergi yang erat dari pengusaha, pemerintah dan kalangan akademis untuk memajukan TI.



Sumber http://www.detikinet.com/read/2010/03/07/112302/1312987/398/open-source-perlu-dibiasakan-sejak-sd


artikel yang lain : perintah linux | mengembalikan data | instalasi ubuntu

Pemkot Surabaya All Open Source (Biaya Migrasi Pada tahun 2009 Rp 150 Juta)

Surabaya - Rancangan untuk melakukan migrasi dari software resmi ke software open source sudah dilakukan sejak tahun 2009 lalu. Kala itu, Walikota Surabaya Bambang DH mengeluarkan Keputusan Walikota yang membentuk tim open source bertugas melakukan migrasi ke open source.

Tim yang diketuai oleh Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi Kota Surabaya,
Chalid Buhari ini dibentuk berdasarkan Kepwali nomor 188.45/125/436.1.2/2010
melanjutkan tugas tim open source yang sebelumnya. Pada tahun 2009, tim telah
melakukan migrasi software di 7 Satuan Kerja Perangkat Dinas (SKPD).

Berdasarkan kepwali itu pula disebutkan bahwa biaya yang digunakan untuk
melakukan migrasi software ini dibebankan pada APBD sesuai dengan tahun
realisasi. Pada tahun 2009 lalu, ongkos untuk melakukan migrasi ke open source tercatat Rp 150 juta.

Biaya tersebut merupakan biaya untuk migrasi saja, tidak termasuk biaya untuk
penggantian hardware. "Tahun 2009 lalu kami sudah memigrasikan komputer di 7
SKPD dan tahun ini ada 14 SKPD yang masih dalam proses migrasi," kata Ketua Tim Open Source, Chalid Buhari, kepada detiksurabaya.com via telepon selulernya, Senin (2/8/2010).

Chalis menjelaskan, anggaran untuk migrasi ini adalah anggaran fleksibel
sehingga tidak bisa ditentukan besarnya anggaran tersebut. Pelaku migrasi ke
open source juga merupakan anggota tim dan komunitas yang aktif di dunia open
source.

Komunitas inilah yang membangun dan mengembangkan software open source dan tidak memerlukan rekanan karena pengembangan software ini berlangsung terus menerus. Software yang dipasang dan dioperasionalkan di SKPD itu juga terus beradaptasi guna menyesuaikan dengan perkembangan teknologi.

Sumber http://surabaya.detik.com/read/2010/08/02/171748/1411959/466/biaya-migrasi-pada-tahun-2009-rp-150-juta?y991102465

artikel yang lain : perintah linux | mengembalikan data | instalasi ubuntu

Inilah Jawara Indonesia Open Source Award 2010

Jakarta - Indonesia Open Source Award (IOSA) 2010 merupakan suatu ajang pemberian penghargaan kepada instansi-instansi pemerintah, baik di tingkat pusat, provinsi, maupun kabupaten/kota, yang telah memulai pelaksanaan proses migrasi dan implementasi open source software di instansinya masing-masing.

Penghargaan ini diberikan melalui serangkaian penilaian dan pengamatan di berbagai instansi pemerintah mengenai sejauh mana tingkat pemanfaatan dan pengimplementasian open source software dalam aktivitas organisasi mereka.

Penyelenggaraan IOSA 2010 ini merupakan suatu kegiatan yang diprakarsai oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika bekerja sama dengan Kementerian Riset dan Teknologi, Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Asosiasi Open Source Indonesia (AOSI), serta Komunitas-komunitas Open Source.

Berdasar keterangan tertulis yang diterima detikINET, Kamis (29/7/2010) berikut adalah daftar pemenang IOSA (Indonesia Open Source Award) 2010:


A. Kategori Kementerian/Non Kementerian

Juara I : KEMENTERIAN PERTAHANAN, dengan keunggulan antara lain berhasil mengoptimalisasi anggaran dalam penggunaan Open Source Software.
Juara II : SEKRETARIAT NEGARA, dengan keunggulan antara lain pengembangan aplikasi khusus untuk sekretariat negara
Juara III : BADAN PENGAWAS TENAGA NUKLIR, dengan keunggulan antara lain memiliki kebijakan yang jelas, komitmen kuat, strategi dan implementasi yang baik.

Pemenang Khusus :
KEMENTERIAN KEHUTANAN, dengan keunggulan pengembangan alikasi khusus GIS.
KEMENTERIAN PENDIDIKAN NASIONAL, dengan keunggulan sukses migrasi ke Open Source Software di pusat dan infrastruktur jaringan.
KEMENTERIAN SOSIAL, dengan keunggulan pengembangan aplikasi khusus tunanetra.

B. Kategori : Kabupaten/Kota

Juara I : KABUPATEN JEMBRANA-BALI, dengan keunggulan antara lain inovatif dalam integrasi dan pemanfaatan Open Source Software, serta menerapkan penegakan HaKI.
Juara II : KABUPATEN SRAGEN-JAWA TENGAH, dengan keunggulan antara lain memiliki aplikasi Open Source Software sudah diuji dan didaftarkan sebagai produk HaKI.
Juara III : KABUPATEN ACEH TENGAH-NAD, dengan keunggulan antara lain optimalisasi anggaran dan SDM untuk migrasi ke Open Source Software.

Pemenang Khusus :
Kota Balikpapan, Kalimantan Timur, dengan keunggulan sukses implementasi Open Source Software dalam pelayanan masyarakat bidang kesehatan.
Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, dengan keunggulan sukses implementasi Open Source Software di bidang pengolahan data elektronik.
Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, dengan keunggulan sukses dalam strategi dan perencanaan.
Kabupaten Klungkung, Bali, dengan keunggulan sukses implementasi di bidang pendidikan.
Kabupaten Malang, Jawa Timur, dengan keunggulan sukses dalam membangun kerjasama dengan komunitas
Kota Pekalongan, Jawa Tengah, dengan keunggulan sukses dalam pengembangan kemitraan.
Kota Surabaya, Jawa Timur, dengan keunggulan sukses dalam membangun komitmen.

C. Kategori SLTA 1. MA Alhikmah 02, Brebes (Juara 1)
Memiliki dukungan pada komunitas yang baik, walau memiliki anggaran terbatas, tetapi disiasati dengan perencanaan yang matang dan baik.

2. SMK PGRI 3 Malang (Juara 2)
Memiliki prosentase siswa yang menggunakan Open Source Software sangat tinggi. Dengan konsistensi pelaksanaan kebijakan, serta memiliki dukungan komunitas yang sangat baik.

3. SMA IT Nurul Fikri (Juara 3)
Memiliki kebijakan implementasi dan migrasi yang baik dan didukung dengan anggaran untuk melakukan proses implementasi dan migrasi yang cukup besar.

4. SMA Muhammadiyah Waleri (Special Mention)
Didukung anggaran yang cukup besar untuk proses migrasi, sehingga
dapat menerapkan rencana kerja yang cukup solid.

5. SMKN 2 Pekan Baru (Special Mention)
Memiliki rencana kerja yan baik, walau saat ini presentase pengguna masih rendah tetapi dengan perencanaan yang baik, memiliki masa depan yang baik.
( fw / wsh )


Sumber http://www.detikinet.com/read/2010/07/29/072028/1408941/398/inilah-jawara-indonesia-open-source-award-2010/?i991101105



artikel yang lain : perintah linux | mengembalikan data | instalasi ubuntu

Dokumen Negara Wajib Gunakan Format ODF

Jakarta - Setelah seluruh komputer di instansi pemerintah selesai dimigrasikan ke Open Source pada akhir 2011, pemerintah juga akan memigrasikan seluruh dokumen penting milik negara menggunakan format dokumen terbuka (open document format/ODF).

"Kami memilih untuk beralih ke format terbuka ODF karena tak mau ketergantungan dengan suatu vendor," kata Ashwin Sasongko, Dirjen Aplikasi dan Telematika Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), di sela acara Indonesia Open Source Award 2010 (IOSA) di Hotel Bidakara, Jakarta, Rabu (28/7/2010).

Menurut dia, saat ini format ODF tengah disesuaikan dengan ketentuan Standardisasi Nasional Indonesia (SNI). "Setelah SNI rampung tahun ini, tahun depan (2011) akan mulai kami sosialisasikan. Seluruh dokumen negara yang penting akan kami migrasikan ke ODF," kata Ashwin.

Selain dokumen negara yang penting, Kominfo juga mengimbau kepada perusahaan swasta yang melayani kepentingan publik untuk beralih ke format ODF. Hal itu demi kemudahan dalam membuka akses informasi publik tanpa bergantung pada salah satu vendor.


Sumber http://www.detikinet.com/read/2010/07/28/151112/1408538/398/dokumen-negara-wajib-gunakan-format-odf


artikel yang lain : perintah linux | mengembalikan data | instalasi ubuntu

 
© Geazzy Corner All Rights Reserved