Surat Edaran dari Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Republik Indonesia tentang penggunaan software ilegal

on Selasa, 29 Desember 2009

Mungkin informasi yang saya tuliskan di sini sudah terlambat, namun tidak ada salahnya kalau saya menulisnya lagi :D. Informasi ini juga sudah banyak di tulis di blog-blog lain.

Berkaitan dengan pemanfaatan software/piranti lunak legal di Indonesia, ternyata telah diterbitkan Surat Edaran dari Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Republik Indonesia yang ditujukan kepada:

1. Seluruh Menteri Kabinet Indonesia Bersatu
2. Panglima TNI
3. Jaksa Agung
4. Kepala Kepolisian RI
5. Gubernur Bank Indonesia
6. Seluruh Pimpinan Lembaga Pemerintah Non Departemen
7. Para Pimpinan Kesekretariatan Lembaga Negara dan Lembaga lainnya
8. Para Gubernur
9. Para Bupati/Walikota
10.Para Direksi BUMN.

Apa perihal surat tersebut? Surat edaran yang bernomor SE/01/M.PAN/3/2009 tersebut membicarakan tentang Pemanfaatan Perangkat Lunak Legal dan Open Source Software (OSS).

Surat tersebut merupakan tindak lanjut dari Surat Edaran Nomor: 05/SE/M.KOMINFO/10/2005 tentang Pemakaian dan Pemanfaatan Penggunaan Piranti Lunak Legal di Lingkungan Instansi Pemerintah yang dikeluarkan oleh Menteri Komunikasi dan Informatika.

Selanjutnya apa saja isi dari surat yang dikeluarkan oleh MENPAN tersebut? Dalam surat edaran tersebut dimintakan perhatian dari setiap Pimpinan Instansi Pemerintah Pusat dan Daerah pada beberapa poin berikut.

1. Melakukan pengecekan penggunaan perangkat lunak di lingkungannya dan menghapus semua perangkat lunak tidak legal, dan selanjutnya menggunakan Free Open Source Software (FOSS) yang berlisensi bebas dan legal sebagai pengganti perangkat lunak tidak legal. Hal tersebut perlu dilakukan guna menghindari terganggunya pelayanan publik akibat pelanggaran Undang-undang Nomor 19 Tahun 2002 tentang Hak Cipta.

2. Dalam rangka mempercepat penggunaan perangkat lunak legal di Indonesia, maka diwajibkan kepada Instansi Pemerintah untuk menggunakan perangkat lunak open source, guna menghemat anggaran pemerintah.

3. Untuk mendorong penggunaan Free Open Source Software (FOSS), Pemerintah telah mendeklarasikan gerakan Indonesia Go Open Source atau IGOS-I pada tanggal 30 Juni 2004 yang ditanda tangani 5 (lima) Menteri, yaitu Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara, Menteri Negara Riset dan Teknologi, Menteri Pendidikan Nasional, Menteri Hukum dan HAM dan Menteri Komunikasi dan Informatika. Selanjutnya pada tanggal 27 Mei 2008, dilakukan deklarasi IGOS-II yang penggunaannya diperluas meliputi 18 (delapan belas) kementrian dan Lembaga Pemerintah Non Departemen (LPND).

4. Untuk memudahkan instansi pemerintah melakukan pemanfaatan FOSS, diharapkan pimpinan instansi aau pejabat yang ditunjuk diminta menghubungi Kementrian Negara Riset dan Teknologi c.q. Deputi Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan IPTEK dan Departemen Komunikasi dan Informatika c.q. Direktorat Jenderal Aplikasi dan Telematika.

5. Diharapkan paling lambat tanggal 31 Desember 2011 seluruh instansi pemerintah sudah menerapkan penggunaan perangkat lunak legal. Untuk itu diharapkan instansi masing-masing mengatur agenda pentahapan untuk mencapai target selesai tahun 2011. Anggaran yang berkaitan dengan kegiatan dimaksud dibebankan kepada anggaran instansi masing-masing.

6. Pimpinan instansi agar melakukan pengaturan dan pemantauan terhadap pemanfaatan perangkat lunak legal di lingkungan instansi masing-masing.

Demikianlah 6 poin penting yang termuat dalam surat edaran tersebut. Dengan demikian ada PR penting buat seluruh instansi pemerintah yang ada di seluruh Indonesia. Beberapa poin yang termaktub dalam surat edaran tersebut tidak hanya menekankan kelegalan alias keorisinalan aplikasi yang digunakan pada setiap instansi pemerintah. Terutama pada poin 1 dan 2 disebutkan dengan jelas wajibnya setiap instansi pemerintah untuk menggunakan piranti lunak yang legal sekaligus Free Open Source Software (FOSS).


pindaian surat edaran dapat diunduh di sini http://www.mahkamahagung.go.id/images/uploaded/15092009.pdf


Pemkab Malang Migrasi ke BlankOn

MALANG - Pemkab Malang tak mau membuang uang untuk membeli sistem operasi Windows resmi untuk 400-an komputer milik 40 SKPD (satuan kerja perangkat daerah). Dengan alasan itu, pemkab mulai 2010 menginstruksikan SKPD migrasi ke sistem operasi BlankOn. Sistem operasi BlankOn adalah sistem operasi berbasis Linux. Berbeda dengan Windows, sistem operasi BlankOn merupakan sistem operasi opensource (gratis).

"Kalau ada yang gratis, mengapa harus bayar. Kami akan migrasi besar-besaran ke BlankOn. Kami gunakan versi sembilan," tegas Henry Tanjung, kasubag Pengolahan Data Elektronik (PDE) Pemkab Malang, kemarin.

Selama bertahun-tahun, pemkab menggunakan sistem operasi Windows ilegal untuk semua komputernya. Meski sebenarnya sistem operasi keluaran Microsoft itu tidak gratis dan harus berlisensi. Hambatan utama menggunakan Windows ilegal adalah mahalnya harga sistem operasi Windows berlisensi.

Henry menerangkan, Men-PAN RI juga sudah mengeluarkan surat edaran agar semua pemda menghindari penggunaan software ilegal. Bisa membeli Windows berlisensi atau migrasi ke Linux. Men-PAN juga memberi batas waktu maksimal hingga 2011. Sehingga mau tidak mau harus ada perubahan sistem operasi semua komputer.

Penggunaan sistem operasi BlankOn, kata Henry, akan dibarengi dengan perangkat lunak aplikasi yang juga berjenis opensource dan tidak berbayar. Misalnya untuk aplikasi perkantoran menggunakan Open Office.9. Perangkat lunak aplikasi lainnya akan diunduh secara gratis.

"Komputer pemerintah daerah itu yang paling sering dipakai adalah office. Perangkat lunak lainnya hanya pendukung. Makanya yang kami dulukan OpenOffice-nya," kata Henry.

Bukankah belum semua perangkat lunak aplikasi cocok dengan BlankOn? Henry menegaskan untuk beberapa SKPD memang ada pengecualian. Misalnya, SKPD yang sering menggunakan aplikasi grafis. Nantinya, agar tidak mengganggu proses pekerjaan, akan ada perlakuan tersendiri. Bisa membeli Windows berlisensi untuk satu atau dua komputer, plus perangkat lunak aplikasi berlisensi.

Ke depan, lanjut pejabat berpenampilan kalem ini, pemkab akan mengembangkan distro sendiri dengan bantuan KPLI (Komunitas Pengguna Linux Indonesia). Distro Linux khusus untuk pemkab itu dinamai Kanjuruhan. Lalu di dalamnya diisi berbagai macam perangkat lumnak aplikasi yang kebutuhannya disesuaikan. "Itu salah satu keunggulan menggunakan Linux. Bisa membuat distro sendiri yang sesuai identitas penggunanya," pungkas Henry. (yos/war)

sebagai orang yang berdomisili di malang lumayan bangga saya
tapi kotaku tercinta ponorogo kapan ya :((

sumber : http://www.jawapos.co.id/radar/index.php?act=detail&rid=134351


Ebook tutorial Ubuntu Karmic Koala

on Senin, 28 Desember 2009

Buat yang pengin punya ebook tutorial tentang karmic koala silahkan klik link berikut ini

http://manuals.makeuseof.com.s3.amazonaws.com/MakeUseOf.com_-_Ubuntu_Karmic_Koala.pdf


Semoga bermanfaat


Membuat Logo KLIP (Komunitas Linux Ponorogo)

Kemarin seharian(hanya beberapa jam sebenernya :D)mencurahkan waktu dan daya kreatifitas untuk membuat logo KLIP (Komunitas Linux Ponorogo). Meskipun hasilnya kurang maksimal, tapi lumayanlah itung-itung belajara inkscape :D. Buat anak-anak KLIP semua semrangat ya :D.


Mungkin ada yang mau kasih masukan?:D


Mengembalikan icons di Ubuntu Karmic Koala

on Minggu, 27 Desember 2009

Di Ubuntu Karmic Koala ada sedikit perubahan, yaitu tiadanya Icon di menu dan tombol(tidak seperti di Jaunty dolo :D), nah bagaimana cara mengembalikannya? ikuti langkah-langkah berikut ini:
1. Buka System > Preferences > Appearance kemudian, pada tab Interfaces, centang pada “Show icons in menus
2. Buka Applications -> Accessories -> Terminal dan langsung ketik perintah berikut :
gconftool-2 --set /desktop/gnome/interface/buttons_have_icons --type bool true
gconftool-2 --set /desktop/gnome/interface/menus_have_icons --type bool true



Sekarang coba klik menu anda......
Taraaaaaaa........
Semoga bermanfaat :)


Tips Membuat Ctrl+Alt+Backspace berfungsi di Ubuntu Karmic Koala

Secara default di Ubuntu Karmic Koala tombol Ctrl+Alt+Backspace tidak berfungsi (untuk 'kill the X server' red). Untuk memfungsikan lagi ikuti langkah-langkah berikut ini:
1. Buka System -> Preferences -> Keyboard settings
2. Masuk ke tabs Layout -> Layouts Options
3. Cari dan klik “Key sequence to kill the X server” dan beri centang pada “CTRL+ALT+Backspace
4. Kemudian close
5. Sekarang coba tekan tombol “Ctrl+Alt+Backspace” secara bersamaan

Selamat mencoba dan Semoga bermanfaat :)


Jadwal Rilis UBUNTU 10.04 LTS (LUCID LYNX)

on Sabtu, 26 Desember 2009

Ubuntu 10.04 LTS akan menjadi rilis yang sangat stabil, karena pada rilis ini akan ditekankan pada perbaikan bug dan kestabilan sistem, daripada memperbaharui versi software dan penambahan berbagai fitur.

Berikut adalah jadwal rilisnyya :
* 3 Desember 2009 - Alpha 1
* 7 Januari 2010 - Alpha 2
* 4 Februari 2010 - Alpha 3
* 4 Maret 2010 - Beta 1
* 1 April 2010 - Beta 2
* 15 April 2010 - Release Candidate
* 29 April 2010 - Rilis Final


Jadi gak sabar nunggu Lucid Lynx, yang konon katanya 'boot time' ditarget cuma 10 detik.


Sumber : https://wiki.ubuntu.com/LucidReleaseSchedule


Mengakses 'Main Menu' dengan tombol 'Super_L'

Setelah lama berselang tidak posting karena kesibukan mengerjakan tugas akhir, akhirnya sekarang saya mempunyai kesempatan untuk menulis blog lagi. Terima kasih buat temen-temen yang kemarin ngedoain ane, alhamdulillah ane lulus :D.

Oke langsung aja ke topik pembahasan. Berhubung kemarin tampilan si ubuntu saya oprek sehingga sedikit menyerupai mac Os. Tapi ada sedikit masalah yang mengganjal, yaitu saya agak sedikit kebingungan ketika ingin mengakses main menu. Karena yang biasanya berada di panel atas tapi saya remove. Dan main menu yang ada di AWN kurang begitu nyaman untuk saya pakai :D. Kemudian secara tidak sengaja nemu trik di notes pesbuknya kang rijal. Yaitu mengakses main menu dengan tombol Super_L (tombol jendela, ntu lo yang letaknya diantara Ctrl dan Alt keyboard anda).

Okey langsung aja begini triknya:
1.Buka Aplications > accesories > terminal
2.copykan kode berikut gconftool-2 --set /apps/metacity/global_keybindings/panel_main_menu --type string "Super_L"


Taraa..... sekarang coba tekan tombol Super_L kesayangan anda. Anda bisa mengakses main menu dimanapun pointer mouse anda berada :D.


Semoga bermanfaat.




 
© Geazzy Corner All Rights Reserved